Kamis, 02 Mei 2013

KEBERSAMAAN YANG MEMBERIKAN KEMENANGAN

KEKUARAN 17 :   8 – 16 
LUKAS            5 : 17 – 26

        Saudara-saudara Jemaat yang dikasihi oleh Tuhan, tema perenungan kita di sepanjang minggu yang berjalan ini sesuai dengan pembacaan firman Tuhan yang terdapat dalam Keluaran 17: 8 -16 dan Lukas 5 : 17 – 26, yaitu mengenai “Kebersamaan yang memberikan kemenangan”.
        Saudara-saudara Jemaat, sekarang ini dilingkungan masyarakat termasuk juga jemaat, nilai kebersamaan semakin terkikis atau pudar, mengapa dikatakan demikian ? kerna kita dapat melihat dari banyaknya orang yang sibuk mementingkan / memenuhi kehidupannya sendiri dibandingkan dengan mementingkan kehidupan orang banyak.
        Saudara-saudara, orang-orang yang ada sekarang ini tidak peduli lagi dengan penderitaan, ketidak mampuan bahkan kekurangan hidup yang dirasakan oleh orang lain.
2
 
sehingga melalui pembacaan Firman di malam ini kita sebagai Jemaat yang percaya kepada Yesus Kristus, diingatkan lagi tentang suatu kebersamaan yang memberikan kemenangan.
        Saudara-saudara Jemaat yang dikasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus sebagai satu persekutuan Jemaat yang ada dilingkungan Gereja maupun dalam lingkungan masyarakat bahkan yang ada dilingkungan keluarga kita masing-masing, kita membutuhkan  kebersamaan yang saling menopang  diantara pemimpin dengan Jemaat atau masyarakat yang dipimpinnya, antara orang yang satu dengan orang yang lain, antara yang kuat dan yang lemah, antara yang sehat dengan yang sakit,
sehingga segala persoalan, masalah, pergumulan yang diperhadapkan kepada kita baik dalam lingkungan keluarga, jemaat dan masyarakat bisa terselesaikan dan terpelihara dengan baik.

Jadi., hendaklah kita sebagi jemaat yang percaya
kepada Tuhan Yesus, contohilah sikap yang dilakukan oleh Musa, Harun dan Hur. Ketikan Musa berdoa menyatakan permohonanya kepada Allah dengan mengangkat tanggan sepanjang hari, Musa memohon kepada Tuhan, berjuang bersama-sama dengan Yosua dan pasukanya untuk mengalahkan orang Amalek. Tapi sebagai manusia biasa tentunya Musa tidak mampu mengangkat tangannya sepanjang hari, ketika Musa mulai merasa lelah, Musa membutuhkan pertolongan dari saudara-saudara dan rekan sekerjanya dari saudara yaitu Harun dan Hur , lewat topangan dari Harun dan Hur yang mengambil sebuah batu untuk dijadikan tempat duduk dan menopang kedua belah tangan Musa yang seorang disisi yang satu dan seorang disisi yang lain sehingga tangan Musa tetap terangkat  keatas.
Karena dalam Firman yang kita baca tadi ayat 11 menyatakan bahwa apabila Musa mengangkat tanggannya lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangan maka lebih kuatlah Amalek.  

Saudara-saudara Jemaat bentuk kekompakan
dan kerjasama yang dilakukan oleh Musa, Harun dan Hur ahirnya membawa kemenangan bagi Yosua dan pasukannya mengalakan orang Amalek.
Begitu juga dengan kehidupan kita saat ini kiranya lewat Firman yang kita dengan dapat memotofasi kita memiliki kasih dan ketulusan untuk membantu orang lain terlepas dari beban hidup yang meraka alami .
Karena ketika kita membangun, memelihara dan meningkatkan nilai kebersamaan dan menjadikan nilai kebersamaan itu dalam suatu komitmen kita berkeluarga, bergereja dan bermasyarakat maka akan tercipta suatu keberhasilan yang akan membawa kita pada suatu kemenangan.
Amin……………..

MENYADARI KESALAHAN KITA


Yehezkiel 15 : 1-8

            Teman-Teman Remaja yang dikasihi oleh TUHAN YESUS
Puji Syukur karna torang masi diberikan waktu dan kesempatan untuk torang bertemu berkumpul satu di tempat ini,terlebi juga TUHAN memberikan kesehatan dan kekuatan sebagai barkat yang paling mahal dalam kehidupan torang samua.
            Saudara-saudara, teman-teman Remaja yang di berkati dan di kasihi oleh TUHAN.
dalam pembacaan Alkitab kita sekarang ini, di Yehezkiel 15 : 1-8, sungguh nyata dan jelas, bahwa Allah sangat murka kepada mereka yang disebut Anak-anak Allah yang justru melakukan kekejian bagi Allah.
Mereka hanya mengandalkan kekuatan mereka sendiri ,
menyembah berhala,
yang mengakibatkan kecemburuan bagi Allah.
Maka itulah Allah sangat marah, dengan memberikan hukuman kepada mereka bagaikan pohon anggur yang tidak berguna yang hanya tumbuh diantara banyaknya kayu-kayu di hutan.
Teman-Teman Remaja yang diberkati. Allah mengandai-kan orang-orang yang tidak taat atau kabal kepada Tuhan, seperti  kayu yang habis dibakar karena tidak ada fungsinya.
Dalam ayat 5 berkata “sedangkan kayu yang masih utuh pun jika tidak berguna pasti tidak menghasilkan sesuatu apalagi yang sudah dibakar, tentu hangus dan menjadi abu.”
Nah teman-teman Remaja yang diberkati, bagaimana dengan kita,,,,? Tuhan memberikan tubuh ini untuk memuliakan Allah, tapi sering kita tidak dapat mempergunakan tubuh ini dengan baik padahal semua anggota tubuh kita yang diberikan Tuhan, berfungsi untuk memuliakan Allah,
-          tangan untuk mengerjakan pelayanan,
-          mulut untuk memuji Tuhan, dan
-          kaki untuk mencari jiwa.
Tapi seiring semua anggota tubuh, justru dipakai dengan sia-sia, Allah sangat sedih melihat semuanya itu, ( ada yang telah merusak tubu ini dengan bertato, dlll )
            Teman-Teman Remaja yang di berkati dan di kasihi oleh TUHAN , pertanyaan…
-Dapatkah kita menyadari kesalahan yang kita perbuat…………?
-Dapatkah kita melakukan hal yang baik dihadapan Tuhan….?
-Ataukah sering kita lari dari hadapanNya?
Ingat!, Teman-teman Remaja
Tuhan sungguh mengetahui apa yang kita lakukan sepanjang hidup kita, apakah dalam hidup ini kita sering melakukan yang tidak menyenangkan atau yang baik, pasti suatu saat cepat atau lambat perbuatan kita akan perhitungkan oleh Tuhan apa yang telah kita perbuat.

Teman-Teman Remaja yang diberkati, Kita Tau bersama sebetulnya Allah hanya membutuhkan kejujuran kita dan penyerahan diri atau kesetiaan kita kepadaNya. Allah sangat mengasihi torang samua sebagai umat ciptaannya.
Untuk itu teruslah melakukan pelayanan ini, jika kita sadar, kita sudah melakukan kesalahan kepada yang diatas maka minta ampunlah kepada Tuhan yang memberikan KASIH dan PENGAMPUNAN yang secara cuma-Cuma dan luar biasa.
Amen…  ^0^…. Jesuslovesyou….

MEMILIH PERGAULAN


Dalam perjalanan hidup kita, yang menentukan baik buruknya hidup kita adalah dengan siapa kita bergaul. Berhubungan dengan itu maka tema perenungan kita di saat ini adalah “Memilih Pergaulan” .Pergaulan menjadi hal penentu utama dalam hidup kita. Jadi, dalam memilih pergaulan kita harus pintar pintar memilih teman. Karena teman teman anda, menentukan masalah yang akan anda temui dan hadapi nanti. Teman bagaikan tombol lift, dapat membawa anda naik atau turun.

Amsal 13 : 20
" Siapa bergaul dengan orang bijak akan menjadi bijak tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang. "

Banyak sekali muda-mudi, jaman sekarang salah jalan karena salah pergaulan. Seharusnya mereka dan termasuk kita juga menyadari, mana pergaulan yang baik dan mana yang tidak baik. Karena kebanyakan para muda-mudi dalam memilih pergaulan, mereka hanya mencari orang orang yang bisa menyenangkan hatinya saja… * Dan jika hatinya merasa senang dan nyaman, dia merasa itu yang diinginkan nya dan dan tidak mau peduli apakah orang yang dia ajak bergaul, orang baik baik atau bukan.

Banyak alasan, mengapa para muda-mudi mencari teman yang bisa menyenangkan hatinya saja tanpa mempertimbangkan yang lainnya.

1. Karena memang pada dasarnya dia sendirilah yang ingin mencari teman yang bisa menyenangkan hatinya. ( Orang seperti ini pada dasarnya kurang didikan dan kurang perhatian. Jadi, yang dipikirkan hanya senang senang saja, atau sudah di didik tetapi tidak mau peduli.) …***

2. Karena terpengaruh terpengaruh teman. ( Orang seperti ini pada awalnya hanya ikut ikutan saja, dan tidak berusaha menghindari. Akhirnya ikut terjerumus juga. ) ….****

3. Merasa kecewa dalam hidupnya. ( Orang seperti ini biasanya karena ada suatu hal yang membuat hatinya terluka dan putus asa. Akhirnya dia mendekati teman temannya yang suka bersenang-senang.

4. Merasa tidak punya tujuan hidup. ( Orang seperti ini pada awalnya merasa hidupnya hampa, tidak tau harus berbuat apa. Dan akhirnya bosan, lalu mencari kesenangan bersama teman teman.

5. Merasa nyaman. ( Orang seperti ini kebanyakan karena secara kebetulan sudah berada di dalam suatu pergaulan yang tidak baik. Tapi entah mengapa, dia merasa nyaman disitu. Dan terus mau berada di lingkungan itu. )

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh anak-anak Tuhan yang telah menerima pembenaran dari Tuhan untuk menyikapi pergaulan hidup ini. Sehingga kita benar benar menjadi pribadi yang berbeda. Sikap hidup yang tidak terpengaruh oleh situasi dan kondisi yang ada, akan membawa kita kepada suatu kestabilan dan mencintai Tuhan.
Mazmur 1 : 1 - 2
" Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. "

Dengan bertekun dalam membangun hubungan dengan Tuhan, membuat kita tetap kuat menghadapi pergumulan hidup dalam diri kita.
Roma 12 : 2
" Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. "

Jadi marilah kita jangan salah memilih pergaulan, karna pergaulan yang kita pilih dimasa ini bisa berdampak pada masa depan kita sebagai generasi penerus Gereja dan penerus bangsa....
TUHAN YESUS Memberkati kita semua, Amin......